Biaya QRIS untuk penjual kecil: arti MDR dan contoh hitungannya
Apa itu MDR, bagaimana biaya payment gateway bekerja, dan contoh hitungan untuk toko online kecil: per pesanan, per hari, per bulan, dan per penarikan.
Terbit 11 Oktober 2026 3 menit baca
"Sebenarnya QRIS itu biayanya berapa?" adalah salah satu pertanyaan pertama para penjual kecil. Jawabannya sederhana kalau Anda paham dua istilah yang sering muncul: MDR dan biaya payment gateway. Artikel ini menjelaskan keduanya dan memberi contoh hitungan untuk toko online kecil.
Apa itu MDR?
MDR (Merchant Discount Rate) adalah persentase dari pembayaran QRIS yang dibebankan kepada merchant. Tarifnya ditetapkan oleh Bank Indonesia. Sejak 1 Oktober 2026, MDR 0% untuk semua merchant pada pembayaran sampai Rp100.000, dan 0% untuk usaha mikro sampai Rp500.000. Di atas nominal itu, tarif biasa berlaku (misalnya 0,3% untuk usaha mikro dan 0,7% untuk usaha kecil, menengah, dan besar). Tabel lengkapnya ada di Tarif MDR QRIS mulai 1 Oktober 2026.
Dua aturan penting untuk penjual: MDR ditanggung merchant, dan tidak boleh ditambahkan ke tagihan pelanggan sebagai biaya tambahan.
Lalu bagaimana dengan payment gateway?
Kalau Anda berjualan online, biasanya Anda tidak berurusan langsung dengan MDR. Payment gateway membuat kode QR untuk setiap pesanan, memastikan pembayarannya masuk, lalu mengenakan biaya layanan sendiri. Setiap gateway punya harga masing-masing, jadi selalu bandingkan berapa yang benar-benar Anda bayar per pesanan.
Di PAYWISE, QRIS punya satu tarif yang jelas: 1% dari setiap pembayaran yang berhasil. Hanya itu biaya per pembayaran di laporan PAYWISE Anda. Pembayaran gagal, kedaluwarsa, dan pending tidak dikenai biaya, dan tidak ada biaya pendaftaran atau bulanan.

Contoh 1: satu pesanan
Pelanggan membayar Rp50.000 untuk satu pesanan.
| Nominal | |
|---|---|
| Dibayar pelanggan | Rp50.000 |
| Biaya (1%) | −Rp500 |
| Anda terima | Rp49.500 |
Setiap transaksi di dashboard menampilkan tiga angka ini: kotor, biaya, dan bersih.
Contoh 2: satu hari
Sebuah toko kecil hari ini punya 40 pesanan lunas dengan rata-rata Rp35.000.
- Total dibayar: 40 × Rp35.000 = Rp1.400.000
- Biaya: 1% = Rp14.000
- Bersih: Rp1.386.000
Lima pelanggan tidak jadi membayar dan kode QR-nya kedaluwarsa. Kelima pembayaran itu tidak memakan biaya sama sekali.
Contoh 3: penarikan dana
Saat Anda memindahkan uang ke rekening bank, setiap penarikan dikenai biaya tetap yang terlihat di formulir penarikan sebelum Anda konfirmasi (biaya standar untuk QRIS Rp5.000). Biaya ini ditambahkan di atas nominal yang Anda isi, jadi nominal yang Anda pilih adalah jumlah yang sampai di rekening.
Dalam satu bulan (30 hari):
- Tarik setiap hari: 30 × Rp5.000 = Rp150.000
- Tarik dua kali seminggu: sekitar 9 × Rp5.000 = Rp45.000
Penjualannya sama; yang berubah hanya berapa kali Anda menarik dana. Baca tips arus kas untuk merencanakan penarikan.
Contoh 4: satu bulan penuh
Dengan 40 pesanan per hari selama 30 hari, rata-rata Rp35.000:
| Nominal | |
|---|---|
| Total dibayar | Rp42.000.000 |
| Biaya pembayaran (1%) | −Rp420.000 |
| Biaya penarikan (9 kali) | −Rp45.000 |
| Total biaya | Rp465.000 (sekitar 1,1%) |
Tips supaya biaya tetap rendah
- Tarik dana lebih jarang, dengan nominal lebih besar.
- Masukkan biaya ke dalam harga jual, jangan menambah biaya ekstra saat checkout. Pelanggan tidak suka biaya kejutan.
- Bandingkan biaya totalnya, bukan hanya tarif utamanya: biaya pendaftaran, biaya bulanan, dan biaya untuk pembayaran gagal bisa menumpuk.
- Volume besar? Tarif bisa dinegosiasikan. Hubungi kami di Telegram @paywise_asia.
Detailnya ada di halaman harga dan Mengenal harga PAYWISE.

